Tradisi Kawin Culik Lombok | LOmbok Society

Senin, 16 Februari 2015

Tradisi Kawin Culik Lombok

Perkawinan adalah sebuah ikatan antara lelaki dan perempuan dalam menyatukan hati dan perasaan untuk bersama-sama menjalani bahtera rumah tangga, janji serta ikatan ini dilakukan di depan penghulu sebagai salah satu ikatan resmi yang diakui pemerintah antara kedua mempelai.
http://roniardy.blogspot.com/2015/02/tradisi-kawin-culik-lombok.html

Tradisi kaum gumi sasak lombok adalah tradisi menculik yang sangat dibolehkan dalam adat istiadat gumi sasak, tradisi ini berasal dari akulturasi budaya bali dan lombok, bisa kita lihat dari cara berpakaian adat masih dipengaruhi oleh budaya Bali yang dicampur dengan budaya Gumi Sasak. 

Tata cara perkawinan gumi sasak syarat akan nilai budaya dan filosofi, karena mempunyai tahapan yang tidak mendatar, tetapi dengan berbagai macam perayaan dan tata cara yang diatur oleh kepala adat dan dilaksanakan secara turun temurun. 

Tata urutan perkawinan Gumi Sasak Lombok : 

1. Melaik/Bebait

Menculik atau melarikan seorang wanita dari rumah orang tuanya, diharuskan wanita berada di rumah orang tuanya bukan lagi menginap karena proses penculikan harus benar-benar berada di rumah orang tua si wanita, karena jika tidak akan mendapatkan denda pati dari pihak kepala adat atau pihak perempuan dan penculikan ini bisa dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak ataupun tanpa persetujuan.

Melaik harus dilakukan dimalam hari untuk menghindari adanya keributan atau diketahui oleh pihak pesaing yang lain sehingga menimbulkan keributan atau peperangan untuk mendapatkan si gadis, tempat pelarian tidak boleh dilarikan ke rumah orang tua si lelaki untuk menghindari penjemputan paksa atau perebutan oleh lelaki lain, paling tidak di bawa ke rumah kerabat. 

Dalam tata adat setelah calon pengantin laki dan perempuan sampai di rumah kerabat laki-laki, maka sang kerabat akan melakukan upacara makan Belah Telok yang calon laki dan perempuan makan dalam satu wadah sebagai simbol hidup bersama dan mereka akan menginap sekitar 2 atau 3 hari setelah itu baru dilakukan upacara bejemput

2. Bejemput 

Tradisi gumi sasak menjemput calon pengantin laki dan perempuan dari rumah kerabat lelaki untuk dibawa ke rumah orang tua si lelaki untuk dilanjutkan dengan proses selanjutnya, proses penjemputan dilakukan oleh para warga desa atau kampung, sesepuh adat, mamik, ninik, sanak, bije yang berada di kampung tersebut, dan akan dilanjutkan dengan melakukan proses Besejati 

3. Besejati

Tradisi mengabarkan, mensejatikan atau membenarkan bahwa anak perempuan dari keluarga ini telah dilarikan oleh lelaki dari keluarga ini untuk menjalin sebuah rumah tangga, dalam hal ini pihak lelaki yang melakukan besejati ke rumah keluarga perempuan yang disambut oleh sesepuh desa, keliang ataupun kepada desa itu sendiri selanjutnya dilakukan Nyelabar 

http://roniardy.blogspot.com/2015/02/tradisi-kawin-culik-lombok.html

4. Nyelabar 

Tradisi untuk melakukan proses kerjasama atau kata sepakat untuk pengeluaran biaya pernikahan yang disetujui oleh kedua belah pihak yang akan dikeluarkan oleh pihak lelaki kepada keluarga si perempuan untuk melakukan Roahan, biasanya biaya yang diinginkan oleh keluarga perempuan cukup besar sehingga membutuhkan negosiasi yang cukup lama. 

tetapi kita dapat temukan di beberapa desa seperti Mantang, Batukliang dan Kopang melakukan pengawinan terhadap kedua pengantin untuk menghindari kemungkinan terjadinya hubungan antara kedua mempelai tanpa adanya pengesahan perkawinan terlebih dahulu tanpa memikirkan biaya roahan yang akan dikeluarkan pihak lelaki. 

5. Nyerah Wali/Beng Wali

Tradisi di mana pihak perempuan memberikan mandat untuk mengawinkan anaknya kepada keluarganya ataupun orang tuanya sendiri, hal ini diberikan apabila semuanya telah selesai proses negosiasi antara kedua belah pihak tentang biaya roahan, dan pihak perempuan siap beng wali/nyerah wali untuk mengawinkan anak perempuannya di rumah si lelaki

6. Bekawin

Setelah ditemukan kata sepakat dan diberikan wali maka waktunya bagi kedua calon di kawinkan menurut hukum negara dan perkawinan indonesia dan diberikan bukti surat kawin tetapi untuk jumlah atau kadar maskawin ditentukan oleh pengantin perempuan karena maskawin buat dirinya sendiri bukan buat orang tuanya sehingga setelah perkawinan dilakukan kedua belah pihak sudah sah menjadi suami istri dan yang selanjutnya Roah

http://roniardy.blogspot.com/2015/02/tradisi-kawin-culik-lombok.html
 
7. Roah 

Tradisi syukuran atau roah yang dilakukan untuk merayakan pernikahan yang memiliki berbagai macam tamu undangan dari berbagai desa baik itu pihak perempuan atau pihak laki-laki, sebelum hari  roah dilakukan pada malamnya dijadikan wadah atau tempat bagi para lelaki atau perempuan untuk menyiapkan sajian roahan yang disebut Bedang yang paling ditunggu oleh kaum muda untuk mencari pasangan. 

http://roniardy.blogspot.com/2015/02/tradisi-kawin-culik-lombok.html

Roahan yang dilakukan dengan hidangan khas lombok berupa Ares ( potongan pohon/batang pisang yang di masak dengan ragi atau berkuah), Nangka (buah nangka muda yang diolah menjadi makanan berkuah), Serbuk kangkung/serbuk kedelai, Jangan ( daging ataupun ayam )

8. Nyongkolan 

Tradisi ini adalah proses mengenalkan pihak lelaki kepada pihak perempuan dengan diiringi musik berupa Gendang Belek, Kecimol, Rudat, Kasidah atau orkes, tetapi untuk kaum menak praye harus menggunakan gendang belek sebagai simbol kemenakannya dan tidak boleh menggunakan yang lain karena mereka benar-benar menjaga tradisi. 

http://roniardy.blogspot.com/2015/02/tradisi-kawin-culik-lombok.html

Setelah sampai di rumah keluarga perempuan dilakukan Sorong Serah Aji Krame proses dimana pihak perempuan menyerahkan anaknya untuk menjadi istri dari pengantin laki-laki untuk hidup bersama selama-lamanya sesuai dengan aji krame atau adat istiadat dan terakhir adalah Balas ones nae
9. Balas Onas Nae

Upacara terakhir yaitu upacara berkunjungnya pihak keluarga lelaki ke pihak keluarga perempuan dengan membawa sesajian atau makanan ringan atau jajanan khas lombok berupa opak-opak, renggi, keceput, nagesari dan lainnya, makna balas ones nae adalah membalas bekas kaki waktu pergi nyongkolan agar terhindar dari balak atau rintangan dalam berumah tangga.

Eny Sulistiani

Author & Editor

I am an Hotelier who worked for hotel and travel agent, now i arrange my business site to help the people find the best online ticketing and trip during their vacation in Lombok.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkomentar, saya akan berikan tanggapan terhadap komentar yang kami terima >>>>>>>>>> salam >>>>>>>>

Messenger Lombok Society
×
_

Chat with us for direct booking.